Ribetnya Pembayaran Menggunakan QRIS di Orange Supermarket Merauke

Orange supermarket adalah salah satu tempat belanja kebutuhan sehari-hari terbesar di Merauke. Selain tempatnya dekat dengan rumah saya (sekitar 900 meter), kelengkapan dan banyaknya produk yang disediakan oleh supermarket tersebut membuat saya kadang meluangkan waktu untuk belanja di tempat tersebut.

Di awal masa pandemi Covid-19, sebenarnya beberapa tempat belanja (termasuk Orange) sudah mulai mensosialisasikan pembayaran non tunai. Hal tersebut tentu saja dilakukan untuk menghindari penularan virus melalui kontak fisik dengan perantara uang. Oleh karena itu, Orange supermarket menyarankan pembayaran menggunakan QRIS yang hanya tinggal scan barcode.
Saya sebagai orang yang memiliki isi saldo di dompet digital dan bank yang yang mendukung QRIS, tentu saja sangat mengapresiasi kebijakan pembayaran non tunai yang diterapkan oleh supermarket tersebut. Meski demikian, saya memiliki beberapa pengalaman yang tidak mengenakkan ketika saya belanja di Orange supermarket, kemudian melakukan pembayaran dengan QRIS.

[1] Tidak Semua Kasir Bisa Menggunakan

Di awal-awal penerapan pembayaran non-tunai tersebut, ketika saya bilang kepada kasir akan membayarnya dengan QRIS, kemudian kasir itu sempat bingung dan mencoba bertanya-tanya kepada temannya. Setelah bertanya kepada beberapa temannya, selanjutnya ada salah satu rekan kerjanya yang bisa membantunya.

Setelah temannya datang, kemudian saya baru bisa melakukan pembayaran dengan QRIS. Ternyata setelah saya bayar, kasir tersebut minta bukti untuk difoto menggunakan HP. Dalam hati saya bertanya “Jelas-jelas pembayaran sudah masuk, saya tunjukkan transaksinya, kenapa mereka harus foto bukti pembayaran lagi?”.

Dengan begitu, ketika saya melakukan pembayaran menggunakan QRIS yang harusnya lebih cepat, prosesnya malah menjadi lama. Parahnya lagi adalah selain tidak semua kasir bisa melayani pembayaran menggunakan QRIS, Smartphone yang digunakan untuk foto bukti pembayaran juga tidak dipegang kasir, jadi mereka harus memanggil karyawan lainnya yang memegang HP.

[2] Belanja Lebih dari 200 Ribu Tidak Dilayani

Saya juga pernah kecewa lantaran ketika saya akan melakukan pembayaran menggunakan QRIS, kemudian kasirnya juga sempat pergi sebentar untuk bertanya kepada rekannya, ternyata setelah kembali lagi, kasir tersebut bilang kepada saya “Maaf Kak, untuk pembayaran di atas Rp 200.000 tidak bisa dilayani menggunakan QRIS”.

Kalau menurut saya hal tersebut ya aneh juga. Apakah hal tersebut dikarenakan kasir tersebut belum tahu caranya melayani pelanggan menggunakan QRIS atau memang temannya yang ditanya malas untuk membantu? Yang jelas mau nominal berapapun, yang namanya uang (termasuk digital) tetap saja kalau dibayarkan ya akan masuk ke penerimanya.

[3] Pembayaran Hanya Bisa Menggunakan Dompet Digital Tertentu

Saya pernah melakukan pembayaran di Orange supermarket menggunakan QRIS dari aplikasi Jenius dan diterima. Anehnya, kebetulan kemarin saya akan melakukan pembayaran lagi menggunakan layanan QRIS di aplikasi Jenius saya, ternyata kasirnya bilang sudah tidak bisa dan transaksi hanya diterima apabila menggunakan DANA, GoPay, LinkAja, OVO, dan Shopee Pay.

Menurut saya QRIS itu kan menjembatani pembayaran lintas alat pembayaran, sehingga aplikasi apa saja yang mendukung pembayaran menggunakan QRIS ya pasti bisa melakukan transaksi. Yang membuat saya geleng-geleng kepala adalah kenapa mereka (Orange) hanya menerima pembayaran menggunakan dompet digital saja? Aduh… ada-ada saja…

Jadi bagi sahabat yang akan belanja ke Orange Merauke dan berencana ingin melakukan pembayaran menggunakan QRIS, maka siapkan uang tunai juga untuk berjaga-jaga semisal nanti pembayaran menggunakan QRIS tidak dilayani atau ada alasan kendala lainnya oleh kasir. Jujur saja saat ini saya kecewa dengan pelayanannya, semoga nantinya pelayanannya diperbaiki.

Ribetnya Pembayaran Menggunakan QRIS di Orange Supermarket Merauke