Catatan Saya

Pengalaman Membuat SIM C di Kota Bandung

Evy Nurvitasari
0 Komentar
Beranda
Catatan Saya
Pengalaman Membuat SIM C di Kota Bandung

Berbeda dengan pengalaman saya Ketika memperpanjang SIM di Gerai SIM (Surat Izin Mengemudi) Dbotanica Bandung yang hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja, kemarin ketika saya membuat SIM C di Satpas Polrestabes Bandung, Saya membutuhkan waktu yang relatif lama yaitu hingga 1 bulan.

Ada beberapa tahapan yang harus saya penuhi untuk membuat SIM C, yaitu yang pertama mulai dari pendaftaran, tes psikologi, tes kesehatan, tes teori, dan tes praktik yang terdiri dari tes menggunakan simulasi sepeda motor dan tes langsung menggunakan sepeda motor.

Saya hanya membutuhkan waktu satu hari untuk menyelesaikan pendaftaran, tes kesehatan, tes teori, dan praktik menggunakan simulasi sepeda motor. Sedangkan yang membuat saya lama dalam proses pembuatan SIM C adalah tes praktik menggunakan sepeda motor yang memakan waktu hingga 3 minggu.

pengalaman-membuat-sim-c-kota-bandung

Yang membuat saya lama dalam praktik menggunakan sepeda motor bukanlah karena saya tidak bisa menaiki sepeda motor, akan tetapi penerapan 'aturan konyol' yang membuat saya dan peserta ujian SIM C lainnya harus melakukan remedi atau mengulangnya kembali.

Adapun aturan yang ditetapkan oleh kepolisian dalam tes praktik mengendarai sepeda motor yang saya anggap konyol adalah peserta diberikan tes bukanlah cara mengendarai kendaraan motor dengan benar dan aman, melainkan tes yang dibuat untuk menguji ingatan peserta dalam mengikuti aturan yang diberikan.

Kegagalan pertama saya ketika tes mengendarai sepeda motor adalah karena kaki sempat saya turunkan ketika melalui jalan yang berputar 180 derajat. Hal tersebut saya lakukan secara refleks karena untuk menjaga keseimbangan agar saya tidak terjatuh dari motor.

Adapun aturan yang diberikan dalam tes praktik SIM C adalah peserta tidak boleh menurunkan kakinya ketika melewati jalan berbelok 180 derajat dan beberapa sektor lainnya. Hal tersebut menurut saya sangat berbahaya apabila diterapkan dalam lalu lintas yang nyata.

Kegagalan tes yang kedua adalah ketika aturannya adalah mengerem sepeda motor selama dua hingga tiga detik dan tidak boleh berhenti, saya malah mengerem sepeda motor dan berhenti. Kesalahan tersebut yang membuat saya tidak lolos dalam tes yang kedua.

Untuk tes praktik mengendarai sepeda motor yang ketiga akhirnya saya berhasil karena saya berusaha mengingat dan mempelajari dengan detail instruksi yang diberikan dalam tes praktik mengendarai sepeda motor.

Andaikan waktu yang digunakan untuk remedi dilakukan di hari yang sama, mungkin waktu yang dibutuhkan untuk membuat SIM C tidaklah lama, akan tetapi karena peserta hanya diberi kesempatan untuk mengulang satu kali dalam seminggu maka tentu saja dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat SIM C.

Setelah lolos tes terakhir SIM C (praktik mengendarai sepeda motor), selanjutnya saya diberi waktu untuk mengambil SIM satu minggu setelahnya. Sebenarnya menurut saya cukup aneh sih, karena hanya tinggal mencetak saja.

Satu minggu kemudian saya datang lagi ke Satpas Polrestabes Kota bandung untuk mengambil SIM C yang dijanjikan, akan tetapi saya dibuat kecewa lantaran diberikan informasi ada gangguan sistem yang membuat saya harus mengambilnya di hari berikutnya.

Satu hari berikutnya saya datang untuk kembali mengambil SIM C yang dijanjikan. Benar saja SIM C saya sudah jadi dan bisa saya ambil tanpa diverifikasi (tanda tangan atau lainnya) terlebih dahulu oleh petugas.

Menurut saya ‘konyolnya’ aturan dalam tes praktik mengendarai sepeda motor dan lamanya proses pembuatan SIM C di Satpas Polrestabes Kota Bandung perlu diperbaiki mengingat peserta tes tidaklah banyak, sehingga tidak bisa dijadikan sebagai alasan lamanya pembuatan SIM C.

Tes mengendarai sepeda motor menurut saya akan lebih bermakna apabila tujuannya adalah untuk mengetahui sikap atau keputusan pengendara ketika menghadapi atau melewati suatu jalan pada situasi tertentu dengan menerapkan prinsip keselamatan dan kehati-hatian.

Bisa jadi bahwa lamanya pembuatan SIM C di Satpas Polrestabes Kota Bandung akan membuat orang yang ingin membuat SIM Baru akan berpikir untuk melalui ‘Jalan Pintas’ agar prosesnya bisa menjadi lebih cepat dan tidak dihadapkan dengan berbagai proses yang berbelit.

Bagaimana dengan pengalaman sahabat ketika membuat SIM C di tempat sahabat? Apakah waktunya lebih cepat dan tesnya lebih realistis? Semoga saja lebih baik dibandingkan dengan pengalaman yang sudah saya ceritakan di atas.

Penulis blog

Tidak ada komentar