Berbeda dengan pengalaman saya Ketika memperpanjang SIM di Gerai SIM (Surat Izin Mengemudi) Dbotanica Bandung yang hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja, kemarin
ketika saya membuat SIM C di Satpas Polrestabes Bandung, Saya membutuhkan waktu yang
relatif lama yaitu hingga 1 bulan.
Ada beberapa tahapan yang harus saya penuhi
untuk membuat SIM C, yaitu yang pertama mulai dari pendaftaran, tes psikologi,
tes kesehatan, tes teori, dan tes praktik yang terdiri dari tes menggunakan
simulasi sepeda motor dan tes langsung menggunakan sepeda motor.
Saya hanya membutuhkan waktu satu hari untuk menyelesaikan pendaftaran, tes kesehatan, tes teori, dan praktik menggunakan simulasi sepeda motor. Sedangkan yang membuat saya lama dalam proses pembuatan SIM C adalah tes praktik menggunakan sepeda motor yang memakan waktu hingga 3 minggu.
Yang membuat saya lama dalam praktik
menggunakan sepeda motor bukanlah karena saya tidak bisa menaiki sepeda motor,
akan tetapi penerapan 'aturan konyol' yang membuat saya dan peserta ujian SIM C
lainnya harus melakukan remedi atau mengulangnya kembali.
Adapun aturan yang ditetapkan oleh kepolisian
dalam tes praktik mengendarai sepeda motor yang saya anggap konyol adalah
peserta diberikan tes bukanlah cara mengendarai kendaraan motor dengan benar
dan aman, melainkan tes yang dibuat untuk menguji ingatan peserta dalam
mengikuti aturan yang diberikan.
Kegagalan pertama saya ketika tes mengendarai
sepeda motor adalah karena kaki sempat saya turunkan ketika melalui jalan yang
berputar 180 derajat. Hal tersebut saya lakukan secara refleks karena untuk
menjaga keseimbangan agar saya tidak terjatuh dari motor.
Adapun aturan yang diberikan dalam tes praktik
SIM C adalah peserta tidak boleh menurunkan kakinya ketika melewati jalan
berbelok 180 derajat dan beberapa sektor lainnya. Hal tersebut menurut saya
sangat berbahaya apabila diterapkan dalam lalu lintas yang nyata.
Kegagalan tes yang kedua adalah ketika aturannya
adalah mengerem sepeda motor selama dua hingga tiga detik dan tidak boleh
berhenti, saya malah mengerem sepeda motor dan berhenti. Kesalahan tersebut
yang membuat saya tidak lolos dalam tes yang kedua.
Untuk tes praktik mengendarai sepeda motor
yang ketiga akhirnya saya berhasil karena saya berusaha mengingat dan
mempelajari dengan detail instruksi yang diberikan dalam tes praktik
mengendarai sepeda motor.
Andaikan waktu yang digunakan untuk remedi
dilakukan di hari yang sama, mungkin waktu yang dibutuhkan untuk membuat SIM C
tidaklah lama, akan tetapi karena peserta hanya diberi kesempatan untuk
mengulang satu kali dalam seminggu maka tentu saja dibutuhkan waktu yang cukup
lama untuk membuat SIM C.
Setelah lolos tes terakhir SIM C (praktik
mengendarai sepeda motor), selanjutnya saya diberi waktu untuk
mengambil SIM satu minggu setelahnya. Sebenarnya menurut saya cukup aneh sih,
karena hanya tinggal mencetak saja.
Satu minggu kemudian saya datang lagi ke Satpas Polrestabes Kota bandung untuk mengambil SIM C yang dijanjikan, akan tetapi
saya dibuat kecewa lantaran diberikan informasi ada gangguan sistem yang
membuat saya harus mengambilnya di hari berikutnya.
Satu hari berikutnya saya datang untuk kembali
mengambil SIM C yang dijanjikan. Benar saja SIM C saya sudah jadi dan bisa saya
ambil tanpa diverifikasi (tanda tangan atau lainnya) terlebih dahulu
oleh petugas.
Menurut saya ‘konyolnya’ aturan dalam tes
praktik mengendarai sepeda motor dan lamanya proses pembuatan SIM C di Satpas Polrestabes Kota Bandung perlu diperbaiki mengingat peserta tes tidaklah banyak,
sehingga tidak bisa dijadikan sebagai alasan lamanya pembuatan SIM C.
Tes mengendarai sepeda motor menurut saya akan
lebih bermakna apabila tujuannya adalah untuk mengetahui sikap atau keputusan
pengendara ketika menghadapi atau melewati suatu jalan pada situasi tertentu
dengan menerapkan prinsip keselamatan dan kehati-hatian.
Bisa jadi bahwa lamanya pembuatan SIM C di Satpas Polrestabes Kota Bandung akan membuat orang yang ingin membuat SIM Baru akan
berpikir untuk melalui ‘Jalan Pintas’ agar prosesnya bisa menjadi lebih cepat
dan tidak dihadapkan dengan berbagai proses yang berbelit.
Bagaimana dengan pengalaman sahabat ketika membuat SIM C di tempat sahabat? Apakah waktunya lebih cepat dan tesnya lebih realistis? Semoga saja lebih baik dibandingkan dengan pengalaman yang sudah saya ceritakan di atas.
Evy Nurvitasari

Tidak ada komentar