Tanggal 30 Agustus 2026 adalah batas masa berlaku SIM (Surat Izin Mengemudi) yang saya miliki akan habis. Oleh karena hal tersebut, maka saya harus sesegera mungkin memperpanjang masa berlakunya (SIM) agar tidak hangus.
Seperti sahabat ketahui bahwa apabila sahabat
telat dalam melakukan perpanjangan masa berlaku SIM, maka sahabat harus membuat
SIM baru yang membutuhkan proses yang lebih panjang dan 'rumit' apabila dibandingkan dengan
memperpanjang masa berlaku SIM.
Beberapa hari yang lalu tanggal 26 Agustus 2026 saya datang ke Gerai SIM di D’Botanica Mall yang beralamatkan di Jl. Dr. Djunjunan No. 143 -149, Pajajaran, Kec. Cicendo, Kota Bandung. Kebetulan saat ini jarak antara Kos saya dengan Mall tersebut cukup dekat.
Tiba di D’Botanica Mall, saya langsung
bertanya kepada salah satu satpam berkaitan dengan lokasi (tempat) perpanjangan
SIM. Dengan ramah, satpam tersebut membantu saya menunjukkan arah tempat Gerai
SIM di D’Botanica Mall.
Hanya dalam hitungan beberapa menit dari
tempat parkir, saya sudah bisa menemukan lokasi Gerai SIM. Tempatnya tidak
terlalu besar, akan tetapi berdasarkan pengamatan saya, tempat tersebut cukup untuk menampung pengunjung hingga 16 orang.
Sesampai di sana, saya langsung bertanya
kepada petugas di loket tentang syarat untuk perpanjangan SIM. Saya ditanya
apakah sudah membawa syarat yang diperlukan untuk memperpanjang SIM (hasil tes
kesehatan & psikologi).
Untuk hasil tes psikologi, saya sudah
membuatnya secara online dengan biaya Rp 85.000 melalui situs ePPsi SIM – Tes
Psikologi SIM Secara Online yang bisa sahabat akses dengan mudah melalui alamat
di https://eppsi.id
Sedangkan untuk hasil tes kesehatan tidak bisa
dilakukan secara online, melainkan saya harus melakukannya secara langsung.
Oleh karena itu, saya melakukan tes kesehatan di dekat Gerai SIM D’Botanica
dengan biaya Rp 35.000.
Untuk tes kesehatan guna perpanjangan SIM, dokter
hanya menanyakan data mengenai tinggi badan, berat badan, dan melakukan tes mata
berupa cek penglihatan dengan jarak tertentu dan tes buta warna, serta cek
tensi darah.
Mungkin hanya butuh waktu sekitar kurang dari
10 Menit untuk menyelesaikan tes kesehatan, sedangkan untuk tes psikologi secara
online melalui ePPsi memerlukan waktu yang cukup lama (bisa sampai satu jam).
Pertimbangan saya memilih melakukan tes psikologi
secara online adalah karena selain selisih biaya yang lebih murah (Rp 15.000)
dibandingkan dengan tes secara offline, dengan online saya bisa lebih santai
mengerjakannya di mana saja.
Setelah surat hasil tes kesehatan dan tes
psikologi sudah dimiliki, selanjutnya saya kembali ke Gerai SIM D’Botanica
untuk menyerahkannya kembali kepada petugas yang cukup sibuk melayani pengunjung
yang juga memperpanjang SIM.
Adapun dokumen yang saya berikan kepada
petugas untuk persyaratan perpanjangan SIM di Gerai SIM D’Botanica adalah hasil
tes kesehatan, hasil tes psikologi yang sudah dicetak, foto kopi KTP, dan SIM
yang akan diperpanjang.
Selanjutnya saya dikasih lembar kertas warna
biru untuk mengisi identitas diri disertai tanda tangan. Setelah saya isi
data-data yang diminta, selanjutnya saya serahkan kembali kepada petugas.
Selanjutnya hanya dalam hitungan kurang dari
10 menit, saya kembali dipanggil untuk membayar biaya perpanjangan SIM yaitu Rp
160.000 untuk perpanjangan SIM A dan Rp 165.000 untuk perpanjangan SIM C.
Selanjutnya kurang dari 10 menit, saya kembali
dipanggil untuk melakukan foto guna dicetak di SIM. Selanjutnya, kurang dari 5
menit saya kembali dipanggil oleh petugas untuk diberikan SIM (baru) yang sudah
jadi dan berlaku 5 tahun.
Saran saya bagi sahabat yang ingin melakukan
perpanjangan SIM di Gerai D’Botanica Bandung, sebaiknya sahabat menyiapkan
syarat-syarat seperti hasil tes psikologi online melalui ePPsi yang sudah
dicetak (print) dan fotokopi KTP.
Dengan demikian, maka sahabat hanya tinggal melakukan
tes kesehatan di dekat Gerai SIM D’Botanica dan langsung mengurus perpanjangan
SIM yang bisa sahabat lakukan kurang dari 1 Jam.
Apabila sahabat memiliki SIM lebih dari satu (A / B / C), sebaiknya sahabat lakukan perpanjangan bersamaan agar lebih hemat karena dokumen hasil tes kesehatan dan tes psikologi bisa dipakai bersamaan. Semoga membantu dan bermanfaat.
Evy Nurvitasari

Tidak ada komentar