Ini 5 Aspek Kehidupan yang Berubah Drastis saat Penerapan New Normal

New normal adalah tatanan kehidupan baru yang disesuaikan dengan situasi pandemi COVID-19. Dengan kata lain, new normal adalah perubahan perilaku dalam keseharian agar masyarakat dapat tetap beraktivitas secara normal dan produktif, sambil mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona penyebab penyakit COVID-19. Jangan lupa mempersiapkan asuransi kesehatan untuk melindungi diri dari berbagai penyakit. Segera kunjungi website PFI Mega Life yang menyediakan berbagai jenis asuransi khusus rumah sakit dengan manfaat maksimal.
5 aspek kehidupan yang berubah karena new normal
Para ahli mengatakan, vaksin menjadi satu-satunya “senjata” yang dapat melindungi masyarakat dari risiko terinfeksi COVID-19. Namun, proses pembuatan vaksin membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena harus melalui berbagai tahap uji coba sebelum dapat digunakan secara massal. 

Selama vaksin COVID-19 belum diproduksi, pemerintah meminta masyarakat “berdamai” dengan COVID-19. Cara berdamai yang dimaksud adalah dengan menjalankan new normal, yang mulai diterapkan pemerintah sejak awal Juni 2020. 

Dalam tatanan kehidupan baru ini, sejumlah aspek kehidupan masyarakat mengalami perubahan, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Perubahan dalam cara masyarakat bekerja, bersosialisasi, hingga bertransaksi terpaksa harus berubah untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona dan bertambahnya korban jiwa.

Selama pandemi COVID-19 belum berakhir, kita harus beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru. Berikut adalah 5 Aspek Kehidupan yang Berubah Drastis saat Penerapan New Normal:

[1] Beraktivitas di rumah

Tingginya tingkat penyebaran virus corona, serta penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah, memaksa masyarakat untuk mengurangi frekuensi bepergian dan beraktivitas di luar rumah. Bila sebelumnya Anda terbiasa dengan rutinitas berangkat kerja pagi dan pulang kerja sore atau malam, sekarang rutinitas itu berubah drastis.

Sebagian kantor menetapkan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah karyawan masing-masing. Ada yang full WFH, dan ada pula yang memakai sistem sebagian WFH dan sebagian lagi work from office (WFO) dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, karena pusat perbelanjaan, sekolah, tempat ibadah, hotel, dan pusat-pusat keramaian ditutup demi mencegah timbulnya kerumunan orang, mobilitas masyarakat menurun drastis. Sebagian besar masyarakat jadi lebih banyak beraktivitas dari rumah dan hanya keluar rumah bila memang ada kebutuhan penting.

[2] Bekerja dari rumah

Sebelum pandemi, sangat sedikit perusahaan yang menerapkan kebijakan WFH, itu pun tidak penuh karena masih dibarengi dengan WFO. Namun, pandemi memaksa sebagian perusahaan untuk menerapkan WFH secara penuh. 
tips bekerja dari rumah
Tak bisa dimungkiri, sifat WFO dan WFH berbeda jauh. Tak heran bila banyak karyawan yang harus melakukan upaya keras dalam beradaptasi dengan mekanisme bekerja baru ini agar tetap produktif. 

Contoh kelebihan WFH menghemat waktu perjalanan karyawan dari rumah ke kantor dan sebaliknya, menghemat biaya transportasi, serta waktu bekerja lebih fleksibel. Contoh kekurangan WFH tidak ada interaksi tatap muka dengan rekan kerja, sangat bergantung pada teknologi (laptop, koneksi internet), serta rentan gangguan dari urusan rumah tangga.

[3] Optimalisasi teknologi

Dalam laporan Global Web Index disebutkan, pemakaian smartphone oleh pengguna usia 16–64 tahun meningkat di atas 50 persen selama pemberlakuan physical distancing. Agar Anda dapat tetap menjalankan aktivitas dengan (mendekati) normal, Anda memang perlu memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin. 

Hampir semua aktivitas yang dilakukan dari rumah dilakukan secara virtual sehingga sangat bergantung pada alat elektronik dan internet. Berbagai kegiatan pertemuan dilakukan menggunakan aplikasi komunikasi video. Tugas-tugas yang Anda kerjakan direkam di dalam sistem daring. Komunikasi dengan teman, kerabat, dan rekan kerja dilakukan melalui pesan singkat atau video. Bahkan, berbagai fasilitas kesehatan mulai menyediakan fitur telemedicine agar masyarakat dapat tetap mendapatkan layanan kesehatan tanpa perlu mendatangi klinik, laboratorium, atau rumah sakit. 

[4] Belanja daring

Demi mengurangi risiko tertular virus corona, masyarakat melakukan sebagian besar kegiatan berbelanja secara daring alias tanpa keluar rumah untuk bisa membeli berbagai kebutuhan. Berbelanja daring dapat dilakukan melalui marketplace, pesan-antar langsung dengan toko, atau memanfaatkan aplikasi personal shopper. 

Kebiasaan ini berlaku untuk belanja kebutuhan dasar sehari-hari hingga keperluan perlengkapan lain. Kebiasaan belanja yang baru ini pun memperbanyak jenis transaksi nontunai atau virtual.

[5] Bersosialisasi dari rumah

Aspek kehidupan yang juga terpengaruh dari pemberlakuan new normal adalah interaksi sosial. Protokol kesehatan menuntut masyarakat untuk melakukan social dan physical distancing.

Masyarakat tidak diperbolehkan berkerumun karena berisiko meningkatkan penularan virus corona. Hal ini membuat interaksi tatap muka Anda dengan orang-orang di luar anggota keluarga menjadi sangat terbatas. Padahal, sebagai makhluk sosial, manusia perlu bersosialisasi dan saling berinteraksi.

Di sinilah peran internet dan alat komunikasi menjadi penting. Walaupun tidak bisa bertemu secara langsung, Anda masih dapat berkomunikasi dengan orang-orang di luar rumah melalui pesan singkat atau telepon video. 

Para ahli bahkan menyarankan masyarakat untuk tetap menjaga terjalinnya hubungan sosial menggunakan teknologi. Hal ini demi menghindari risiko stres, depresi, atau kesepian akibat menghabiskan sebagian besar waktu di rumah dan minimnya kegiatan berkumpul tatap muka.

Tips Beradaptasi dengan New Normal

Mengubah gaya hidup secara drastis dalam waktu sekejap memang sulit. Situasi ini bahkan berpotensi menyebabkan Anda stres dan tertekan. Untuk membantu menghadapi perubahan tatanan kehidupan baru yang memengaruhi banyak aspek kehidupan ini, Anda dapat mempraktikkan tips berikut:
tips beradaptasi dengan new normal
  • Beristirahat dari membaca atau melihat informasi tentang pandemi COVID-19. Sebagian besar berita tentang pandemi ini memang bernada negatif dan dapat menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Batasi akses terhadap sumber informasi, baik dari televisi maupun media sosial, dan alihkan pikiran Anda ke hal lain.
  • Jaga kesehatan tubuh. Ada pandemi atau tidak, Anda tetap harus menjaga daya tahan tubuh tetap kuat agar tidak mudah sakit. Tetaplah berolahraga secara rutin, konsumsilah makanan bergizi seimbang, dan tidurlah dengan cukup.
  • Lakukan kegiatan yang menyenangkan hati untuk menjaga stres tidak meningkat. Contohnya, menggeluti hobi, mengobrol dengan sahabat, bermain bersama anak, atau kegiatan lain yang membuat hati Anda rileks.
  • Selalu patuhi protokol kesehatan untuk melindungi diri tertular virus corona. Rajinlah mencuci tangan dengan sabun, memakai masker saat bepergian, dan menjaga jarak aman dengan orang lain saat Anda berada di tempat umum.

Selain itu, di masa yang serba tidak menentu seperti sekarang ini, Anda perlu memiliki jaring pengaman dari risiko kerugian finansial. Anda bisa mengalami kerugian finansial yang cukup signifikan saat mendadak sakit dan harus menjalani perawatan, namun Anda tidak memiliki simpanan yang cukup.

Biaya berobat saat ini sangat mahal. Tanpa perlindungan yang terencana, Anda bisa jadi harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan atau pengobatan yang baik.

Anda bisa menghindari kekhawatiran itu dengan memiliki asuransi kesehatan yang memberikan berbagai manfaat saat Anda mendapat musibah sakit. Dengan asuransi kesehatan, Anda akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dan nyaman, baik saat menjalani rawat jalan maupun rawat inap. Anda juga akan lebih tenang meskipun banyak aspek kehidupan yang berubah di era new normal ini karena Anda sudah memiliki perlindungan jaminan kesehatan yang dapat digunakan kapan saja.

Mega Hospital Investa adalah asuransi kesehatan dari PFI Mega Life yang memberikan manfaat berupa santunan harian rawat inap karena sakit atau kecelakaan, santunan rawat inap ICU/ICCU, santunan meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan, dan pengembalian premi (no-claim bonus).

Manfaat yang ditawarkan Mega Hospital Investa dapat dirasakan siapa saja yang berusia mulai dari 6 bulan hingga 59 tahun. Masa perlindungan yang diberikan sendiri dapat Anda rasakan sampai Anda berusia 60 tahun. Segera miliki asuransi kesehatan yang sesuai bagi Anda dan keluarga untuk mendapatkan perlindungan yang maksimal.

Ini 5 Aspek Kehidupan yang Berubah Drastis saat Penerapan New Normal