Merauke Telkomsel

Curhat, Begini Kalau Jaringan Sinyal Telkomsel Gangguan di Merauke Papua

Evy Nurvitasari
0 Komentar
Beranda
Merauke
Telkomsel
Curhat, Begini Kalau Jaringan Sinyal Telkomsel Gangguan di Merauke Papua
Akhirnya hari ini saya bisa posting lagi di blog saya di infodantips.com yang memang saya khususkan untuk berbagi info, ilmu, pengalaman, tips, dan sebagainya yang tentu saja harapan saya berguna, membantu dan bermanfaat bagi sahabat pembaca blog ini. Oh iya, kalau biasanya saya menggunakan jaringan 4G maka hari ini saya hanya menggunakan jaringan 2G (Edge) untuk posting tulisan ini. Mohon maaf kepada sahabat pembaca yang kirim pesan lewat WA atau BBM banyak yang tidak terespon karena masalah jaringan di daerah saya.

Tengah malam ini saya sengaja posting karena kalau besuk pagi sampai malam hari firasat saya adalah jaringan akan padat dan ujung-ujungnya internet hampir tidak berfungsi. Jangankan untuk posting tulisan, untuk kirim pesan menggunakan aplikasi WA saja sangat susah. Pada saat saya posting tulisan ini, saya masih menggunakan layanan internet 2G dan yang pasti layanan 3G, 4G Telkomsel dan layanan Indihome yang biasanya kencang saat ini masih tidur.

Sudah 6 hari sejak tanggal 8 Februari 2018 jaringan telkomsel dan layanan internet Indihome di Kabupaten Merauke terhenti. Berbagai kabar menyebutkan bahwa penyebab lumpuhnya jaringan telkomsel adalah karena putusnya kabel Fiber Optik yang berada di Timika (Papua). Meski begitu hingga saat ini, saya tidak mengetahui apa yang sebenarnya menjadi penyebab terhentinya jaringan telkomsel kali ini.

Pernah sekitar beberapa bulan yang lalu sinyal telkomsel disini juga tidak berfungsi, meski demikian hal tersebut hanya berlaku selama tidak lebih dari 24 Jam. Dari kabar dan isu yang beredar menyatakan bahwa untuk memperbaiki (menyambung) kabel optic di Timika membutuhkan waktu sekitar 12 hari. Dengan lamanya kejadian ini menyebabkan ada beberapa pihak yang diuntungkan dan juga dirugikan.

Tentu saja provider telkomsel dan Indihome (Telkom) adalah salah satu pihak yang dirugikan atas kejadian ini. Dengan putusnya layanan mereka maka otomatis penghasilan dari bisnis telekomunikasi tersebut juga ikut lumpuh. Hampir semua pengguna internet di Merauke yang memanfaatkan jaringan telephon seluler adalah pengguna telkomsel yang sudah tercover jaringan internet cepat 4G.

Berbeda dengan telkomsel, XL dan Indosat yang sebelumnya hanya digunakan oleh sedikit pengguna telephon seluler di Merauke, pada hari kedua putusnya layanan telkomsel membuat banyak warga masyarakat merauke yang memburu perdana kartu XL dan Indosat yang menyebabkan ludesnya semua kartu perdana yang di jual di konter-konter meskipun jaringan internet yang ditawarkan adalah 2G untuk indosat dan 3G untuk XL.

Meski perdana XL dan Indosat di jual mahal rata-rata 30rb – 50rb tetapi tetap saja perdana tersebut laku terjual. Bahkan pada hari keempat banyak para pedagang dadakan yang berjualan di dekat jalan yang hanya khusus menjual produk kartu tersebut. Dengan sedikit dan terbatasnya BTS XL dan Indosat menyebabkan penggunaan over (berlebihan) karena pelanggan telkomsel beralih menggunakan kedua provider tersebut.

Hal ini terlihat bahwa jaringan internet yang ditawarkan oleh kedua provider tersebut sangat sibuk melayani proses data sehingga membuat jaringan internet juga super lemot dan cenderung tidak berfungsi. Bukan hanya internet, layanan telpon dan sms juga terkena imbasnya. Sering gagal melakukan panggilan dan lambatnya respon SMS juga mengindikasikan bahwa padatnya lalu lintas menyebabkan layanan dari XL dan Indosat menjadi tersendat.

Listrik pintar yang cara mengisinya menggunakan pulsa juga ikut terkena imbasnya. Hampir semua konter yang memanfaatkan jaringan internet dan telkomsel membuat mereka tidak bisa mengisi pulsa listrik yang berupa kode token. Meski demikian, dengan menggunakan mesin ATM masih bisa melakukan transaksi pembelian pulsa listrik pintar. Akibatnya mesin ATM yang terbatas banyak diserbu oleh orang yang ingin membeli pulsa listrik. Antrean penggunaan Mesin ATM terjadi di hampir semua mesin ATM.

Ada beberapa konter dan penjual pulsa yang memanfaatkan jaringan Indosat dan XL untuk berjualan pulsa seluler dan listrik. Meskipun prosesnya lambat, mereka menaikkan biaya yang cukup tinggi, yaitu pulsa indosat 10rb saja dijual dengan harga 15rb. Untuk pulsa listrik saya sendiri kurang tahu karena sebelumnya saya sudah mengisi listrik rumah saya sebelum kejadian tersebut berlangsung.

Jual beli online menggunakan media sosial Facebook yang biasanya cukup marak terjadi di Merauke menjadikan bisnis tersebut lumpuh total. Para pedagang dan pembeli online yang sering melakukan transaksi dengan memanfaatkan medsos tersebut menjadi pihak yang paling dirugikan. Begiu pula layanan jasa pengiriman seperti JNE dan kantor Pos yang biasanya melayani pengiriman barang-barang antar pulau juga ikut terkena dampak.

Pelaku pendidikan seperti guru, dosen, mahasiswa, dan pelajar juga ikut terkena imbas dari putusnya layanan internet dan telekomunikasi. Di lingkungan saya sendiri, teman-teman saya yang sedianya harus melakukan pendaftaran tes untuk keperluan sertifikasi dosen maka harus menunggu karena terputusnya jaringan internet. Pembelajaran secara online (E-Learning) juga terpaksa harus terhenti karena jaringan internet yang tidak mendukung.

Di era yang serba teknologi saat ini, hampir disemua bidang menggunakan teknologi informasi sehingga dengan gangguan internet dan telekomunikasi yang terjadi di Merauke saat ini membuat banyak sektor yang terganggu dan terhenti. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di Merauke dan daerah-daerah lainnya mengingat banyak sekali pihak yang dirugikan atas peristiwa tersebut. 

Penulis blog

Tidak ada komentar