Kaget! Berwisata ke Candi Borobudur, Ternyata Tidak Boleh Membawa Makanan

Sesuai dengan judul di atas bahwa saya benar-benar kaget ketika berkunjung ke salah satu tempat wisata terkenal yang berada di Magelang (Jawa Tengah) yaitu Candi Borobudur. Berawal dari ketika saya pulang ke rumah orang tua saya di Jawa, saya dan suami mengagendakan untuk mengunjungi Candi Borobudur. Sebagai orang yang lahir dan besar di Jawa, saya sebelumnya sudah pernah mengunjungi tempat wisata tersebut sekali (ketika masih kecil), sedangkan suami saya belum pernah sama sekali (padahal orang Jawa tengah juga). Karena alasan tersebut, maka kami sepakat untuk mengunjunginya disaat liburan antara Natal dan Tahun Baru.
Berada di kawasan Candi Borobudur Magelang
Hari sabtu adalah hari yang kami pilih untuk mengunjungi Candi Borobudur. Pada hari Jumat kami menginap di salah satu hotel di Yogyakarta, sehingga pagi harinya dengan berbekal Google Map kami melanjutkan perjalanan kelokasi wisata yang berjarak sekitar 30KM menggunakan sepeda motor. Karena hari tersebut masih termasuk hari libur, maka lalu lintas di jalan magelang terlihat ramai padat yang menyebabkan beberapa kali macet. Karena kami menggunakan sepeda motor, maka bisa kami siasati dengan lewat celah-celah jalan diantara mobil yang bisa kami lewati. Kurang lebih sekitar 1 Jam kami sampai di lokasi wisata.

Sebenarnya suami saya sempat mengajak untuk makan dahulu ketika masih dalam perjalanan, tetapi saya ajak suami saya untuk makan di lokasi wisata saja. Setelah parkir motor di salah satu tempat parkir, selanjutnya kami melanjutkan ke obyek wisata Candi Borobudur dengan berjalan kaki. Jarak tempat parkir ke pintu gerbang lokasi wisata candi adalah sekitar 80 meter saja. Sebelum masuk gerbang, saya sempat membeli Topi yang cukup lebar agar nanti ketika jalan-jalan disekitar candi tidak terlalu kepanasan. Setelah masuk, kemudian saya membeli tiket masuk Candi Borobudur yang harganya 40 Ribu/Orang.

Untuk masuk ke obyek wisata cukup dengan menukarkan tiket kepada petugas. Nah… pada saat akan masuk, setiap pengunjung di cek tas bawaannya. Bagi pengunjung yang membawa makanan, maka akan disita dan akan dikembalikan lagi kepada pemiliknya setelah selesai mengunjungi Wisata Candi Borobudur. Kebetulan saya membawa snack coklat, kwaci, dan beberapa camilan lainnya, akan tetapi makakan tersebut disita dan saya diberikan lembaran kertas yang nantinya digunakan untuk mengambilnya lagi. Untungnya pengunjung diperbolehkan untuk membawa minuman, sehingga bisa cukup untuk menyegarkan diri ketika sinar matahari menyengat di atas kepala.

Setelah masuk di pintu loket, ada 2 pilihan untuk menuju lokasi Candi Borobudur, yaitu: (1) dengan jalan kaki; (2) dengan menggunakan kendaraan kereta mini dengan cara membayar 10 ribu/orang dan mendapatkan gratis air mineral botol kecil. Kamipun memilih untuk naik kereta mini agar hemat tenaga dan mendapatkan air minum hehehe... setelah sampai di bangunan candi, saya cek disekitar saya memang tidak ada yang menjual makanan dan minuman, sehingga pengunjung hanya membawa bekal air minum saja (karena dilarang membawa makanan).

Setelah selesai melihat bangunan bersejarah tersebut, kami keluar dari lokasi candi dimana pada jalan keluar tersebut disepanjang jalan banyak penjual yang menjual makanan dan cindera mata baik itu baju, kerajinan tangan, dan barang-barang lainnya. Rasa capek berjalan naik ke candi rasanya menjadi hilang ketika melihat barang-barang yang ditawarkan oleh penjual. Saya membeli beberapa baju untuk oleh-oleh keponakan saya. Setelah keluar dari area pedagang, selanjutnya saya mengambil makanan yang disita oleh petugas tiket, kemudian saya makan bersama suami saya berdua di atas rumput disekitar obyek tersebut. Selanjutnya, kami mengambil motor kemudian melanjutkan perjalanan untuk pulang. Jadi sebelum sahabat masuk ke area candi, usahakan perut sudah terisi yang cukup ya? Jangan mengharap ada penjual makanan dan minuman di area candi setelah melewati pintu petugas tiket hehehe… semoga bermanfaat.

Kaget! Berwisata ke Candi Borobudur, Ternyata Tidak Boleh Membawa Makanan